Thursday 19 May 2016

PERAMPOKAN DI ONAN GANJANG, KEC. ONAN GANJANG

Komplotan perampok yang melakukan aksi ya tepatya
di Onan Ganjang kabupaten Humbahas berhasil dibekuk oleh satuan reksrim
Polres Humbahas sebanyak 2 orang, Senin (16/5) pagi.

Mereka adalah, Deni Saputra, 29 warga Jambi dan April Simanungkalit, 33 warga
Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sementara Deni harus di hadiahi
timah panas karena tindakan melawan.

Kini kedua perampok itu sudah diamankan di Polsek Onan Ganjang bersama
barang bukti satu buah pisau milik Deni. Setelah satu hari dari komplotan ini yang
sebanyak empat orang melakukan aksi perampoknya disebuah warung lemang
milik Holang Marbun, 62, warga Dusun 4 Desa Parbotihan Kecamatan Onan
Ganjang Kabupaten Humbahas pada, Sabtu (14/5) lalu sekira pukul 22.00 WIB.
Kapolres Humbahas AKBP Rustam Mansur melalui Kasubag Humasnya Ipda R
Sianipar mengatakan, setelah kejadian pada Sabtu lalu, timnya yang tergabung
langsung bergerak melakukan pengejaran. Dari empat orang pelakunya, dua
berhasil diamankan.

Menurut Sianipar, penangkapan pada kedua tersangka itu awalnya dari
perkembangan tersangka Indra yang diamankan oleh warga. Dimana, tersangka ini
dicurigai yang saat itu sedang duduk-duduk dipinggir jalan sembari menunggu
angkot.

Karena mencurigai, wargapun langsung melaporkan secara diam-diam ke pihak
Polsek Onan Ganjang. Petugaspun yang mendapatkan laporan dari warganya
langsung saja sesampainya Indrapun diringkus. dan iapun diboyong ke Mapolsek.”
Pertama diamankan Indra, saat itu dianya hendak menunggu mobil angkot,” ucap
Sianipar.

Berkembang dari pengakuan Indra, Denipun selanjutnya diburu. Iapun dikabarin
masuk ke hutan dekat sekitaran perkampungan pedesaaan Parbotihan tersebut.
Tak membutuhkan waktu lama, Deni berhasil diringkus. Sayangnya, Deni malah
kena timah panas karena sempat melakukan perlawanan.

”Dari pengembangan, Deni pun kita kejar ke hutan tepatnya Desa Parbotihan dari
situ kita amankan. Namun karena tersangka Deni ini melawan maka kita beri
timah panas,” ujar Kasubag Humas.

Sementara itu, dua rekannya lagi, TS mantan residivis dan marga Sitohang masih
diburu. Kabarnya, kedua tersangka ini juga masuk ke hutan. Pemburuanpun masih
dilakukan pihak Polres Humbahas didampingi pihak Polsek Onan Ganjang yang
dipimpin langsung oleh Kapolseknya Iptu Nover Gultom.

”Kalau yang dua lainnya itu masih kita buru itu dipimpin oleh Kapolsek Onan
Ganjang didampingi tim kita dari Polres, Brigadir Harjo Purba, Brigadir Yusril
Simanjuntak, Brigadir Zuinanda Lubir dan Bripka Gursing,” tambah Sianipar.
“Mereka-mereka ini juga yang mengamankan Deni di hutan,” sambung mantan
petugas di Polsek Lintong Nihuta ini menjelaskan.

Lebih lanjut dijelaskan Sianipar, modus perampokan para tersangka ini ternyata
sudah terencana. Korban, Holang Marbun, 62 pengusaha lemang menjadi target
mereka. Rencanaya, uang milik Holang dari hasil lemang itupun akan disikat,
selain itu satu unit sepeda motor Vixion baru milik anaknya.

Dan bila berhasil, aksi inipun akan dilanjutkan ke daerah Kecamatan Pakkat. “ Aksi
koboi ini tidak disitu, mereka bila berhasil akan di lanjutkan di daerah Pakkat. Nah,
aksi mereka ini ada panduan dari salah seorang sebagai kaki mereka. Dan ini
sudah juga kita kejar, namanya nanti ketika dia berhasil kita ringkus,” kata
Sianipar. (boy)

Diambil dari hetanews.com - Satuan Reserse Kriminal dari Polres Humbahas kembali berhasil membekuk kawanan perampok warung lemang di Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Senin (16/5/2016) sekira pukul 20.00 WIB.

Pelaku bernama Rantau Silaban (29) warga Dusun Bulian Baru Kecamatan Batin, Kabupaten Batang Hari,  Provinsi Jambi, ditangkap tepatnya dari lahan hutan sekitaran perkampungan Desa Parbotihan Kecamatan Onan Ganjang.

Saat ditangkap, pelaku yang menyelinap ke hutan terpaksa kedua lutut kakinya pun dilumpuhkan dengan timah panas, karena melawan saat berusaha kabur.

“Karena berusaha melawan, kita terpaksa melumpuhkannya,” kata Kapolres Humbahas melalui Kasubag Humas Ipda R Sianipar kepada awak media, Selasa (17/5/2016).

Kini, pelaku kelahiran Desa Mataniari Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas ini sudah diamankan. Namun karena kakinya mengalami luka berat akibat timah panas, dirinya pun harus menginap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolok Sanggul. “Karena lukanya, kita bawa dia ke rumah sakit. Saat ini dia sudah dirawat,” sambung Sianipar.

Dia menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku atas pengembangan dari kedua rekannya yang sebelumnya berhasil ditangkap yakni Deni dan April. “Jadi pelaku ini kita kejar usai pengembangan dari dua pelaku yang sebelumnya sudah ditangkap,” ujarnya.

Sekedar diketahui, Rantau merupakan mantan residivis pada kasus pembunuhan terhadap salah seorang warga di Kecamatan Parlilitan. Diduga, pelaku ini adalah otak dari perencanaan perampokan ini. “Saat ini, satu pelaku lagi masih dalam pengejaran itu rekannya berinisial  marga Sitohang,” tambah Sianipar.

Hingga berita ini dikirimkan, Rantau tampak masih dalam kondisi tidak berdaya akibat luka pada lutut kaki kiri dan kanannya kena peluru timah panas. Menurut pihak medis, pelaku ini bisa mengalami amputasi karena luka parah pada kakinya tersebut.

Sementara, barang bukti yang diamankan polisi antara lain, sepeda motor merek Yamaha Jupiter berwarna merah dengan nomor polisi (nopol) BB 4195 BE,  picis sarung senjata jatam berupa pisau sangkur warna hitam merek US, sabit, sepasang sepatu, sandal, topi berwarna biru dan kayu bakar dengan ukuran 88 cm dan lebar 6 cm.

No comments:

Post a Comment